Elzatta Rilis Koleksi Bunga Nusantara, Dilukis Anak Berkebutuhan Khusus

Wolipop.detik.com – Elzatta meluncurkan koleksi terbaru bertema Bunga Nusantara. Dari 10 bunga Nusantara yang menjadi motif scarf dan busana Muslim produk Elzatta, dua di antaranya adalah karya Izzati. Anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tinggal di Doha, Qatar itu dipercaya melukis bunga Senduduk (Melastoma malabathricum) dan bunga Krisan (Chrysanthemum). Seluruh karyanya dipamerkan di ajang IN2MF (Indonesian International Convention Center), pada hari Minggu, tanggal (29/10/2023).

“Dia anak yang luar biasa dengan bakat mengagumkan. Hal ini sejalan dengan misi kami untuk senantiasa mengapresiasi wanita-wanita inspiratif dan menjalin kolaborasi. Apalagi Ibunda Izzati adalah consumer loyalty┬ákami,” tutur Vice President Brand Elzatta, Tika Mulya saat berbincang dengan Wolipop sebelum acara berlangsung.

Kedepannya, lanjutnya, pihaknya tidak hanya akan berkolaborasi dengan Izzati, tapi juga dengan anak-anak berkebutuhan khusus lainnya yang punya karya berkualitas dan layak untuk ditampilkan. Elzatta dan komunitas autistic di Tanah Air juga akan mengadakan kampanye bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerima mereka.

“Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus punya peluang yang sama untuk masuk di industri fashion dalam hal ini busana Muslim dan mungkin industri lainnya,” kata Tika.

Selain kedua bunga karya Izzati, Elzatta antara lain menghadirkan Bunga Edelweiss, Begonia, Anggrek Hitam, serta Azalea. Semua itu dikemas dalam tema ‘Kanara Pesona Bunga Nusantara’.

Izzati sejatinya adalah anak kembar dari pasangan Lita dan Ridwan Hassan, Duta Besar RI untuk Qatar. Izzati memiliki passion yang kuat terhadapi dunia melukis, sedangkan kembarannya Izzata lebih berbakat dalam memasak. Keduanya lahir di Tokyo, 28 Desember 2000.

Lita Ridwan Hassan bersama Izzata (kiri) dan Izzati (kanan) Foto: Dok. Lita Ridwan Hassan

Bakat seni Izzati kemungkinan besar diwarisi oleh sang Ibu. Sebelum menikah dengan Ridwan, Lita yang pernah mengenyam pendidikan di Manajemen Informatika di Universitas Gunadarma, merupakan seorang penari tradisional dan kerap mempromosikan Kebudayaan Indonesia ke mancanegara.

“Setelah menikah dan punya anak, saya full sebagai ibu rumah tangga, apalagi kemudian kami dianugerahi si kembar. Kami struggle banget mengasuh dan membesarkan mereka,” kata Lita kepada Wolipop.

Bakat Izzati dalam melukis sudah terlihat sejak ia menjalani terapi pada usia 4 tahun di sebuah klinik di Jakarta. Hanya saja saat itu, kata Lita, gambarnya masih seperti benang kusut. Namun kemampuan melukisnya semakin terasah saat ia mulai sekolah di Washington DC, Amerika Serikat, 2006. Selain kursus dasar, ia juga mendapatkan kelas khusus melukis.

“Pada usia 8 tahun Izzati juga sudah bisa membuat interior design, t-shirt, scarf dan lainnya melalui perangkat komputer,” ujar Lita. Bahkan untuk ulang tahunnya yang ke-10, dia membuat desain kue dan tata ruangan untuk merayakannya bersama keluarga. Izzati pernah kolaborasi dengan para pelukis dari Funun Art dan sudah pernah ikut exhibition di World Trade Center Dubai,” kata Lita.

Izzati sekolah di HOPE Center Qatar. Sekolah ini seperti pusat pembelajaran bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, program ini lebih fokus pada life skill dan penanganannya lebih individual. Di sekolah itu Izzati juga mengikuti program akademik reguler open schooling setingkat SMA dan baru saja lulus.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *